Cita-cita yang "absurd" itu ya Guru

Masih membekas dalam ingatan, waktu dulu kelas 6 Sekolah Dasar disaat mau menyelesaikan pendidikan dasar, aku dan murid lainnya ditanya ibu guru soal cita-cita. Beragam jawaban muncul dari mulut anak-anak polos itu. Tapi sebagian besar temanku menjawab ingin menjadi guru dan sebagian teman yang bercita-cita itu kini benar-benar terwujud. Waktu itu aku tak punya cita-cita seperti sebagian besar temanku itu, karena bagiku dulu seorang tentara adalah sosok yang menarik karena kegagahan, keberanian dan seragamnya yang terkesan berwibawa.

Lalu berjalannya waktu saat tingkat MTs, dan MA malah tak terbesit punya hasrat bercita-cita mau jadi apa, ya mungkin masih sedikit terkagum dengan sosok tentara. Intinya tak ada pikiran kemana langkah hidup masa depan nanti, biarlah hidup berjalan seperti air sungai mengalir, kira-kira begitu. Hingga akhirnya selepas MA merantau ke Jakarta dan itupun seolah hanya keberuntungan karena waktu itu yang ada pikiran hanya kerja dan jangan jadi pengangguran di kampung halaman. Singkat cerita dalam rantauan akhirnya bisa meneruskan pendidikan tinggi, dan saat itu cita-cita dalam hidup kembali merekah, namun tak lagi pengen jadi tentara tapi ingin menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Cita-cita yang absurd!

Absurd memang cita-cita ini! Tapi setelah dalam perenungan bertahun-tahun cita-cita yang absurd itu bagiku bisa disematkan dengan profesi yang dulu teman-teman SD ku cita-citakan yaitu GURU. Yah, kini aku benar-benar ingin menjadi seorang guru, guru yang tak hanya bisa mengajar, tapi guru yang bisa mendidik dan menjadi teladan dalam kehidupan. Guru yang bisa menularkan, dan mencontohkan nilai-nilai kebaikan sebagai bekal dalam kehidupan masa depan, yaitu kehidupan kekal nanti. Guru tak harus mengajar PG/TKSD/SMP/SMA atau sekolah formal maupun non formal lainnya tapi guru bisa dalam wujud guru di lingkungan kerja, guru di keluarga, guru di masyarakat dan guru kehidupan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisa Standar Isi Mata Pelajaran PAI Tingkat SMP dan MTs

KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP, DASAR PEMIKIRAN DAN IMPLIKASINYA

THAHARAH, WUDHU DAN TAYAMUM