Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2009

PARA PERAMPOK DI JALAN TUHAN

“Sects and Errors are synonymous. If you are a peripatetic and I am a Platonist, then we are both wrong, for you combat Plato only because his illusions offend you, and I dislike Aristotle only because it seems to me that he doesn’t know what he’s talking about”—Voltaire, Philosophical Dictionary. “Aku tidak bisa melepaskan diri dari bayangan guruku. Ia masuk dalam mimpi-mimpiku. Pada suatu malam aku pernah terbangun. Aku duduk dalam lingkaran. Di situ ada guruku, Nabi Muhammad, Tuhan, dan Yesus. Guruku menyebutku Hafshah, salah seorang istri Nabi Muhammad. Aku pernah melihat Nabi Muhammad datang kepadaku; memanggilku dengan mesra. Pendeknya, kemudian terjadilah pergaulan suami-istri antara Hafshah dan Nabi Muhammad. Beberapa saat setelah itu, aku baru sadar bahwa Hafshah itu aku dan Nabi Muhammad itu adalah guruku itu,” Helen, bukan nama sebenarnya, mengadukan nasibnya kepadaku. Helen sarjana dan profesional. Ia cerdas dan kaya. Ketika ia mulai tertarik pada hal-hal spiritual, kawanny...

MENYONGSONG ERA SOEHARTO, BABAK KEDUA

KELUARGA Cendana sekarang terang-terangan berdiri di belakang Gerindra, yang mencalonkan Letjen (Purn.) Prabowo Subianto sebagai Presiden RI ke7. Ini diungkapkan Jumat lalu (6/3), di depan massa di muka rumah orangtua Soeharto di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY, oleh Probosutedjo, adik tiri Soeharto yang sering jadi juru bicara Keluarga Cendana. Probosutejo sudah pernah mengeluarkan pernyataan serupa, yang kontan ditanggapi mantan Ketua MPR Amien Rais waktu itu. Menurut Amien, dukungan Cendana malah merugikan Prabowo, karena akan mempersempit dukungan bagi dia (Okezone, 23/1). Mengapa? “Keluarga Cendana mewakili masa lalu. Padahal Prabowo yang dikesankan dalam iklan TV, mau mengubah Indonesia, mau buat terobosan-terobosan baru. Saya kira, reformasi sudah mengucapkan selamat tinggal kepada Orde Baru. Sekarang malah ada tokoh yang mengajak Prabowo ke zaman baheula. Ini akan merugikan dia,” kata mantan Ketua MPR, yang ikut memotori gerakan menjatuhkan Presiden Soeharto, ...

ISLAM FUNDAMENTAL LIBERAL VS ISLAM FUNDAMENTAL LITERAL

Satu lagi istilah muncul sebagai julukan para pemikir dan peminat kajian Islam kontemporer. Pak Haidar Bagir memberikan istilah Islam fundamental liberal (Isfundlib) untuk orang-orang yang mengaku sebagai kelompok liberal. Mereka tidak saja berpikiran liberal seperti anggapan mereka. Tapi mereka juga berpandangan bahwa pendapat mereka saja yang benar. Ini bias dilihat dari sikap dan tingkah laku mereka yang selalu “menyerang” kelompok Islam yang kerap disebut sebagai kelompok Islam fundamental atau kelompok literal. Bagi Pak Haidar, pandangan mereka yang kaku inilah yang menjadikan mereka masuk pada golongan kelompok Islam fundamental, kendati ke’fundamenta’an mereka berada pada satu sisi yang berbeda, yaitu liberal. Dari tesis tersebut, Pak Haidar menggariskan bahwa perang pemikiran yang ada saat ini bukan antara kelompok liberal melawan kelompok Islam fundamental. Tapi karena kedua kelompok sama-sama memegang pendapat mereka sebagai satu-satunya pendapat yang paling benar dan yang la...

Intelejen dan Islam Radikal

Oleh : He-Man* Setelah Soeharto memperoleh kekuasaan ia dihadapkan padakondisi ideologi Nasakom hasil binaan rezim lama masih kuat dan masih dianggap sebagai sebuah ancaman besar bagi rezim Karena itulah rezim orba kemudian mengeluarkan kebijakan ideologis untuk menanganinya. Kebijakan ideologis dan politis pada masa awal orba yang di tempuh adalah menghancurkan kaum komunis, menekan kaum nasionalis, dan mencegah naiknya kekuatan islam. Setelah kekuatan komunis ditumpas habis, maka kekuatan kaum nasionalis seperti PNI dilumpuhkan dengan menempatkan Hadisubeno menyingkirkan Hardi yang kritis pada pemerintah. Motor utama untuk melaksanakan kebijakan ideologis orba ini diserahkan kepada aparat intelejen Dan setelah berhasil menuntaskan kebijakan terhadap kaum komunis dan nasionalis. Maka target selanjutnya diarahkan pada kelompok Islam. Kebijakan terhadap kelompok Islam terbilang unik dibandingkan dengan kebijakan terhadap kelompok komunis dan nasionalis. Walaupun tergabung dalam Nasakom ...