Smartphone dan Kita
Kemajuan teknologi tak sepenuhnya membawa dampak positif bagi kehidupan manusia, begitu juga kemajuan dalam bidang teknologi informasi atau teknologi komunikasi. Perkembangan teknologi informasi yang salah satunya diwakili oleh kemajuan telepon selular dan internet yang luar biasa cepat, secara tidak sadar telah merubah gaya hidup, habit dan budaya manusia. Dalam hal ini Marshall McLuhan (1962) telah mencetuskan sebuah teori yang disebut teori determinisme. Dasar teori ini adalah perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri. Teknologi membentuk cara berpikir, berperilaku, dan bergerak dari satu abad teknologi ke abad teknologi selanjutnya di dalam kehidupan manusia. Inti dari teori determinisme adalah sebuah penemuan atau perkembangan teknologi komunikasi merupakan faktor yang mengubah kebudayaan manusia.
Tapi dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi itu khususnya penggunaan hanphone (baca: smartphone) nampaknya telah mengganggu sebagian tata kehidupan manusia, khususnya dalam konteks hubungan sosial atau interaksi antar sesama. Bagaimana tidak? Coba kita perhatikan aktifitas masing-masing individu di setiap public area, misal di dalam busway, commuter line, tempat-tempat umum lainnya, bahkan di area pendestrian perkantoran, mall dst. Hampir bisa dipastikan masing-masing individu sibuk dengan smartphonenya dan lebih banyak menunduk asyik masyuk denganya. Saking asyiknya, masing-masing tak ubahnya seperti orang gila, senyum sendiri, ketawa sendiri, fokus sendiri dan acapkali acuh dengan suasana sekitar.
Kini situasi seperti ini tidak sulit kita temukan di lingkungan keluarga atau rumah tangga kita, di saat anak atau pasangan membutuhkan perhatian kita di saat itu pula terkadang kita mengabaikannya dengan berasyik ria dengan smartphone di genggaman kita. Sepertinya situasi ini perlu kita pahami dan perlu kita berinstropeksi dalam diri kita, jika tidak maka akan membawa dampak negatif yang dapat merusak hubungan antar anggota keluarga. Jangan sampai teknologi yang diciptakan manusia yang seharusnya bisa kita kendalikan justru malah sebaliknya kita lah yang dikendalikan teknologi dan kita menjadi bagian dari “generasi menunduk” sepanjang masa. Manfaat yang seharusnya kita dapat ambil dari kemajuan teknologi ini justru menjadi bumerang bagi keharmonisan relasi kita antar sesama dan antar anggota keluarga. Lalu dimana posisi kita, anda dan saya?? [M.Arifin/Abu Hanif]
Tapi dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi itu khususnya penggunaan hanphone (baca: smartphone) nampaknya telah mengganggu sebagian tata kehidupan manusia, khususnya dalam konteks hubungan sosial atau interaksi antar sesama. Bagaimana tidak? Coba kita perhatikan aktifitas masing-masing individu di setiap public area, misal di dalam busway, commuter line, tempat-tempat umum lainnya, bahkan di area pendestrian perkantoran, mall dst. Hampir bisa dipastikan masing-masing individu sibuk dengan smartphonenya dan lebih banyak menunduk asyik masyuk denganya. Saking asyiknya, masing-masing tak ubahnya seperti orang gila, senyum sendiri, ketawa sendiri, fokus sendiri dan acapkali acuh dengan suasana sekitar.
Kini situasi seperti ini tidak sulit kita temukan di lingkungan keluarga atau rumah tangga kita, di saat anak atau pasangan membutuhkan perhatian kita di saat itu pula terkadang kita mengabaikannya dengan berasyik ria dengan smartphone di genggaman kita. Sepertinya situasi ini perlu kita pahami dan perlu kita berinstropeksi dalam diri kita, jika tidak maka akan membawa dampak negatif yang dapat merusak hubungan antar anggota keluarga. Jangan sampai teknologi yang diciptakan manusia yang seharusnya bisa kita kendalikan justru malah sebaliknya kita lah yang dikendalikan teknologi dan kita menjadi bagian dari “generasi menunduk” sepanjang masa. Manfaat yang seharusnya kita dapat ambil dari kemajuan teknologi ini justru menjadi bumerang bagi keharmonisan relasi kita antar sesama dan antar anggota keluarga. Lalu dimana posisi kita, anda dan saya?? [M.Arifin/Abu Hanif]
Komentar
Posting Komentar