Hitam Putih Dunia Maya

Kesehatan mental masyarakat saat ini benar-benar memprihatinkan, bagaimana tidak? Setiap ada berita yang sensitif dan kontroversial yang terkadang validitasnya dipertanyakan, dengan mudah menyebabkan kita menjadi terbentuk dalam dua kutub yang berlawanan. Dua kutub yang berlawanan ini seringkali mengklaim merekalah yang benar bahkan ada yang mengklaim pasti benar dan kutub lain pasti salah. Akibatnya dengan pola pikir yang intoleran ini acapkali menciptakan suasana disharmoni relasi. Jangankan orang yang saling tidak kenal, yang jelas-jelas saling kenal saja -- baik itu, teman, sahabat bahkan keluarga -- karena perbedaan pandangan itu menjadikan mereka tidak lagi harmonis, bahkan mudah sekali memutuskan hubungan silaturahmi.

Ironisnya, terkadang masalah yang diperdebatkan itu, masalah yang belum tentu kebenarannya, karena terkadang sumbernya tidak jelas, faktanya belum terbukti tapi berita atau issue itu dengan cepat menjadi seolah-olah benar yang mengakibatkan “perang” antar kutub itu. Tanpa disadari, sesungguhnya mereka seringkali lupa bahwa di antara dua kutub itu ada kutub lain (kutub ke-tiga) alias netral. Parahnya kutub ketiga ini seringkali dipaksakan untuk dikategorikan ke dalam salah satu kutub yang berlawanan. Mereka lupa bahwa dunia ini berwarna, bukan hitam-putih saja.

Jadi dari kenyataan ini, jika setiap masalah selalu dibenturkan hanya ke dalam dua kutub, dunia ini tidak lain adalah neraka bagi mereka yang masuk dalam kutub netral alias kutub ketiga. Mereka tidak menyadari bahwa kehadiran kutub ketiga akan membawa dunia menjadi lebih indah. Dunia dengan berwarna-warni itu pasti lebih indah dipandang mata bukan? Dari pada dunia yang hanya ada hitam dan putih. Mari kita instropeksi diri dan perbaiki cara pandang kita, untuk tidak mudah men-share dan kemudian menjustifikasi kebenaran dalam satu kutub dan menyalahkan kutub lain.

Jl Padang, Manggarai
13 Desember 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisa Standar Isi Mata Pelajaran PAI Tingkat SMP dan MTs

KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP, DASAR PEMIKIRAN DAN IMPLIKASINYA

THAHARAH, WUDHU DAN TAYAMUM