Skripsi Bukanlah Monster
Bagi seorang mahasiswa fase perjalanan belajar di bangku kuliah yang paling dinantikan adalah fase kelulusan, akan ada sebuah kepuasan batin jika semua tahap perjalanan perkuliahan dapat berakhir dengan kelulusan apalagi mampu lulus dengan nilai yang baik syukur-syukur dapat predikat cumlaude. Namun untuk menggapai kelulusan bukanlah perkara yang mudah. Kenapa demikian, karena pada umumnya semua mahasiswa yang ingin lulus dan menyandang gelar sarjana harus terlebih dahulu melewati satu tahap yang dinamakan menyusun laporan akhir atau lebih dikenal dengan skripsi.
Bagi sebagian orang skripsi merupakan satu kata yang seolah menjadi momok yang mematikan bak monster dengan muka yang seram dan menakutkan. Saking takutnya melewati tahap ini tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya gagal dan tidak mampu melewatinya yang akhirnya di drop out oleh pihak kampus karena overtime, ada juga yang mampu melewatinya tapi dengan bantuan orang lain alias membeli skripsi atau membayar orang untuk membantu mengerjakannya. Padahal jika kita punya keyakinan dan kemauan yang keras menyusun skripsi itu bukanlah sesuatu yang sulit. Asalkan tetap fokus, istiqomah, rajin membaca literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang akan kita jadikan penelitian.
Apalagi di era digital seperti sekarang, dimana kita sangat mudah untuk dapat mengakses skripsi orang lain atau jurnal penelitian dari berbagai penjuru nusantara. Dengan berselancar di dunia maya lalu menemukan berbagai hasil penelitian orang lain setidaknya kita punya gambaran dalam menyusun step-step apa saja yang akan kita lakukan khususnya terhadap minat kajian yang akan kita jadikan bahan penelitian. Bayangkan saja jika kita berada pada era sebelum boomingnya internet, katakanlah era 90-an, tentu kita akan mengalami kesulitan dalam mengumpulkan bahan-bahan bacaan dan bahan skripsi karena kita harus berkunjung dari satu perpustakaan ke perpustakaan lain, dari toko buku satu ke toko buku lain hanya sekedar menemukan kajian teori yang kita inginkan.
Karena itu dengan kondisi seperti sekarang ini maka tidak ada alasan untuk tidak mampu melewati tahap akhir perkuliahan ini. Yang kita butuhkan hanya semangat dan keyakinan bahwa kita mampu mengerjakan dan menyelesaikan tugas akhir ini dengan memanfaatkan teknologi informatika dan tentunya bimbingan dari para dosen dan orang-orang yang kita anggap mampu memberikan arahan. Namun perlu dicatat meskipun kita diberikan kemudahan untuk mengakses hasil penelitian (baca: skripsi) orang lain maka jangan tergiur untuk menjiplak atau melakukan tindakan plagiarisme hanya karena ingin segera selesai dan tidak mau ribet. Sebagai seorang mahasiswa, idealisme adalah harga mati. Karena itu haram hukumnya melakukan tindakan plagiarisme, karya yang otentik dan orisinal adalah suatu kebanggaan tersendiri dan akan menjadi kenangan seumur hidup kita.
Akhirnya selamat memasuki fase dari akhir perjalanan kita di bangku kuliah strata satu, semoga diberikan kemudahan dan kelancaran hingga toga hitam bersemayam di kepala kita.
Bagi sebagian orang skripsi merupakan satu kata yang seolah menjadi momok yang mematikan bak monster dengan muka yang seram dan menakutkan. Saking takutnya melewati tahap ini tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya gagal dan tidak mampu melewatinya yang akhirnya di drop out oleh pihak kampus karena overtime, ada juga yang mampu melewatinya tapi dengan bantuan orang lain alias membeli skripsi atau membayar orang untuk membantu mengerjakannya. Padahal jika kita punya keyakinan dan kemauan yang keras menyusun skripsi itu bukanlah sesuatu yang sulit. Asalkan tetap fokus, istiqomah, rajin membaca literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang akan kita jadikan penelitian.
Apalagi di era digital seperti sekarang, dimana kita sangat mudah untuk dapat mengakses skripsi orang lain atau jurnal penelitian dari berbagai penjuru nusantara. Dengan berselancar di dunia maya lalu menemukan berbagai hasil penelitian orang lain setidaknya kita punya gambaran dalam menyusun step-step apa saja yang akan kita lakukan khususnya terhadap minat kajian yang akan kita jadikan bahan penelitian. Bayangkan saja jika kita berada pada era sebelum boomingnya internet, katakanlah era 90-an, tentu kita akan mengalami kesulitan dalam mengumpulkan bahan-bahan bacaan dan bahan skripsi karena kita harus berkunjung dari satu perpustakaan ke perpustakaan lain, dari toko buku satu ke toko buku lain hanya sekedar menemukan kajian teori yang kita inginkan.
Karena itu dengan kondisi seperti sekarang ini maka tidak ada alasan untuk tidak mampu melewati tahap akhir perkuliahan ini. Yang kita butuhkan hanya semangat dan keyakinan bahwa kita mampu mengerjakan dan menyelesaikan tugas akhir ini dengan memanfaatkan teknologi informatika dan tentunya bimbingan dari para dosen dan orang-orang yang kita anggap mampu memberikan arahan. Namun perlu dicatat meskipun kita diberikan kemudahan untuk mengakses hasil penelitian (baca: skripsi) orang lain maka jangan tergiur untuk menjiplak atau melakukan tindakan plagiarisme hanya karena ingin segera selesai dan tidak mau ribet. Sebagai seorang mahasiswa, idealisme adalah harga mati. Karena itu haram hukumnya melakukan tindakan plagiarisme, karya yang otentik dan orisinal adalah suatu kebanggaan tersendiri dan akan menjadi kenangan seumur hidup kita.
Akhirnya selamat memasuki fase dari akhir perjalanan kita di bangku kuliah strata satu, semoga diberikan kemudahan dan kelancaran hingga toga hitam bersemayam di kepala kita.
Komentar
Posting Komentar