Jangan Tergesa-gesa

Sering kali kita tidak sabar untuk segera mengakhiri sesuatu yang menurut kita tidak baik, misalkan tidak sabar ketika dirundung musibah, tidak sabar ketika jatuh dalam kebangkrutan, tidak sabar ketika dalam kemiskinan, tidak sabar ketika ketika terlibat masalah atau tidak sabar ketika berdoa untuk suatu keinginan kepada Allah SWT dan meminta untuk segera mewujudkannya. Bukankah tergesa-gesa atau buru-buru itu berarti mengikuti langkah setan? “Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Al-Hadits).

Ketika kita yakin bahwa setiap doa kita akan dikabulkan sama Allah SWT maka biarkanlah Allah yang mengatur kapan itu doa akan diijabah dan tidak usah kita meminta untuk disegerakan apalagi memaksanya. Tetap husnuzon kepada Allah SWT dan yakin bahwa apa yang kita terima setelah kita berdoa itu adalah yang terbaik yang diberikan oleh Allah, karena sesungguhnya apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah SWT dan apa yang menurut kita tidak baik belum tentu tidak baik menurut Allah SWT.

Dahulu di zaman Rasul ada seorang sahabat yang bernama Habbab bin Arat yang tidak tahan menanggung cobaan yang diderita umat Islam di awal dakwanya, lalu dia berkata kepada Rasulullah. “Ya Rasulullah, apakah tidak sebaiknya Anda berdoa dan meminta pertolongan buat kita?”. Kemudian Rasullah SAW duduk dan berkata, “Orang-orang sebelum kamu, dahulu, telah disiksa dan digaruk dengan sisir besi. Ada pula yang digergaji hingga terbelah dua. Tetapi, siksaan yang kejam itu tidak membuat mereka berpaling dari agama mereka. Demi Allah, akan dimenangkan-Nya agama ini sehingga seorang penunggang kuda pergi dari Shan’a ke Hadramaut dalam keadaan tidak takut selain kepada Allah atau serigala yang dikhawatirkan akan menerkam kambingnya. Sayang, kamu selalu tergesa-gesa.

Allah saja mencela minuman keras sampai dua kali dan baru pada ketiga kalinya Dia mengharamkannya. Al-Qur’an saja diturunkan kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur dan memerlukan waktu 13 tahun. Masa iya kita ketika meminta untuk memiliki rumah bagus, mobil bagus, meminta jodoh atau permintaan lainnya langsung ada, memang sulap? Kan semua butuh proses, Allah SWT mudah saja dan sangat mampu sebenarnya, tinggal “kun fayakun” tapi itu tidak baik bagi manusia. Semua butuh kesabaran, butuh proses, butuh pengorbanan dan butuh perjuangan. Nikmati proses dan syukuri apapun hasilnya, itu pasti terbaik buat kita.

Tetap yakin bahwa pertolongan Allah SWT itu sangat dekat. Tapi, Dia yang menentukan waktunya dan tidak akan menyegerakan bantuan hanya karena ketergesaan hamba-Nya.

Muhammad Arifin
28 Februari 2017
M2B (Membaca, Menulis dan Bermanfaat)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisa Standar Isi Mata Pelajaran PAI Tingkat SMP dan MTs

KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP, DASAR PEMIKIRAN DAN IMPLIKASINYA

THAHARAH, WUDHU DAN TAYAMUM