Persimpangan Jalan Karirku di Penghujung Tahun 2014

Sudah lebih dari tujuh tahun aku bekerja di perusahaan ini, mulai dari awal perusahaan ini berdiri hingga kini besar dan punya kantor serta karyawan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Sejak aku masih bujangan hingga kini aku beranak dua. Banyak sekali penggalan-penggalan cerita baik suka maupun duka yang telah aku lewati dan aku rasakan dengan penuh kesadaran. Banyak pengorbanan, perjuangan dan kelezatan hidup yang sudah aku rasakan, yang bisa aku jadikan pengalaman hidup yang berharga dan mungkin cerita buat anak cucuku kelak. Semua telah aku lewati dan aku rasakan hingga kini. Waktu terus berganti dan perubahan adalah keniscayaan. Dengan bergantinya waktu, perubahan pasti berlaku, kata orang yang tidak berubah itu adalah perubahan itu sendiri.

Keinginan untuk meninggalkan perusahaan ini kok makin hari makin besar aku rasakan. Sebenarnya hampir setiap tahun ada saja fase dimana perasaan untuk meninggalkan perusahaan ini selalu hinggap, bahkan hingga saat ini. Persoalan-persoalan kecil hingga besar terkadang mengusik ketenanganku dalam berkarir di perusahaan ini. Mulai dari masalah gaji, masalah kesejahteraan, masalah janji perusahaan, masalah perbedaan visi dan masalah ketidakcocokan dengan tim hingga masalah pribadi. "Cintailah pekerjaanmu dan jangan engkau cintai perusahaanmu karena kamu tidak akan pernah tahu sampai kapan perusahaanmu akan mencintaimu", itu kata-kata yang selalu aku jadikan pegangan dalam setiap pekerjaan. Huch, berat memang rasanya jika meninggalkan perusahaan ini yang sedari awal aku terlibat di dalamnya dan hingga membesarkannya. Tetapi di satu sisi, ada keinginan kuat untuk punya waktu lebih banyak lagi buat keluarga, anak dan istri serta waktu yang lebih untuk bisa meningkatkan keilmuan keagamaan. Dan sudah menjadi cita-cita besarku untuk bisa berdikari sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, tanpa menggantungkan orang lain. Yahh, punya bisnis sendiri adalah suatu cita-cita besar yang belum bisa aku wujudkan, meskipun dalam 5 tahun terakhir ini terkadang aku bisa memulai usaha-usaha kecil-kecilan dengan berbagai macam usaha. Sedari lulus kuliah aku punya slogan untuk bisa menjadi orang yang sukses secara material, intelektual dan spiritual. Keseimbangan dari ketiga elemen hidup itu yang belum bisa aku dapatkan. Dan dari keseimbangan elemen itu lah yang selalu mengusik sanubariku untuk menggapainya. Sudah hampir 8 tahun ini orientasi hidupku lebih banyak mengejar materi untuk membangun suatu keluarga yang kuat, dan kini sudah saatnya untuk menggubah orientasi hidup ke jalan yang seharusnya, yaitu jalan ilahiah, jalan di mana setiap langkah harus bernilai ibadah. Jalan yang substansial lagi akan esensi dari tujuan hidup ini

Makin hari, makin bertambah usiaku. Makin hari makin berkurang jatah hidupku di dunia ini. Aku tidak mau masuk dalam daftar orang-orang yang merugi. Ya Allah tunjukkanlah jalan terbaik untukku, semoga di akhir tahun ini, apa yang aku cita-citakan dapat terwujud. Aku hanyalah seorang hamba yang tidak bisa berbuat apapun tanpa Kehendak dan Ridha-Mu. Apapun nanti keputusanku semoga itu lah yang terbaik untukku. Niat, usaha dan tawakal dalam hidup ini hanya kepada-Mu lah muara dari segalanya. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisa Standar Isi Mata Pelajaran PAI Tingkat SMP dan MTs

KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP, DASAR PEMIKIRAN DAN IMPLIKASINYA

THAHARAH, WUDHU DAN TAYAMUM