Wajah Baru My Blog

Sudah hampir 2 tahun blog ini saya acuhkan, karena kesibukan kerja dan hilangnya interest untuk terus meng-update blog ini. Tidak tahu kenapa setelah saya membaca blog-nya Kaesang -putra bungsu Jokowi- yang lagi rame dibincangkan oleh kalangan nitizen, minat saya untuk kembali mengaktifkan blog ini kembali terusik. Sebenarnya selain blog ini saya juga punya media lain untuk sekedar curhat atau menuangkan ide-ide yang terlintas di dalam pikiran, yaitu di facebook.com/muhammad.arifin2 dan kompasiana.com/ayahanif. Tetapi bagi saya blog ini tetap perlu dihidupkan karena lebih sepi dari jangkau publik dibandingkan 2 media lainnya yang saya sebutkan di depan. Blog ini juga penting buat saya untuk dijadikan media atau wadah dalam menuangkan ide-ide atau gagasan-gagasan serta pengalaman hidup yang penuh misteri ini. Karena sangat disayangkan jika semua itu tidak dicatat atau dituliskan akan terlewatkan begitu saja dan kita tidak bisa mengambil pelajaran darinya.

Tepat pada hari ini yaitu 3 Muharram 1436 H, awal tahun baru Islam dan sekaligus Hari Pelantikan Kabinet Jokowi sebagai Presiden Ke-7 Indonesia, secara resmi saya merubah dan meng-edit wajah blog saya. Kenapa blog saya yang awal topiknya tentang "Wiraswasta" saya ganti dengan topik "Kehidupan", tak lain karena perubahan orientasi hidup saya secara pribadi. Saat ini orientasi hidup saya hanyalah untuk belajar lebih banyak tentang Islam dan bagaimana mengoptimalkan pribadi saya sebagai khalifah di muka bumi. Rasanya begitu mubazir jika hidup ini saya habiskan untuk urusan dunia saja (baca: urusan materi) karena sudah begitu banyak waktu saya sia-siakan hanya untuk memikirkan materi dan sedikit mengabaikan kewajiban saya sebagai khalifah. Sudah saatnya di sisa umur saya ini mulai belajar lebih menitikberatkan untuk mempelajari Islam atau Ilmu Allah SWT guna mempersiapkan diri menghadapi Hari Akhir yang makin mendekat. Namun, bukan berarti mengabaikan kewajiban saya sebagai kepala keluarga?! Kewajiban sebagai kepala keluarga dan seorang anak dari keluarga besar saya harus tetap dijalankan. Kewajiban bekerja tetap dijalankan namun saat ini masih punya keinginan bagaimana menggubah dari menjadi seorang karyawan menjadi wiraswasta, ini PR besar yang harus saya jalankan. Tak mudah memang karena hal ini butuh keberanian. Kenapa wiraswasta? Tak lain dan tak bukan harapannya hanya lah waktu luang akan lebih banyak, sehingga bisa digunakan untuk belajar lebih dalam lagi tentang Islam dan mengabdikan diri untuk kehidupan bermasyarakat, dan beragama. Karena namanya karyawan tetaplah karyawan, semua harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan perusahaan.

Semoga apa yang saya cita-citakan dapat terwujud dan bisa merubah hidup ini lebih baik lagi, lebih bahagia dunia dan akhirat. Demi keluarga kecilku dan kedua orang tuaku. Semoga Allah meridhoi....Aamiin...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisa Standar Isi Mata Pelajaran PAI Tingkat SMP dan MTs

KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP, DASAR PEMIKIRAN DAN IMPLIKASINYA

THAHARAH, WUDHU DAN TAYAMUM